Bukan Keturunan Orang Kaya. Kenapa Berani Bermimpi?

Mei 12, 2020

Setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti ingin memiliki kehidupan nyaman. Meraih sesuatu yang diimpikan memang tidak mudah sebab harus ada yang namanya perjuangan. Kamu yang lahir dari keluarga kaya raya tujuh turunan tidak habis pun tetap harus berjuang jika ingin mempertahankan kekayaan. Bagi anak yang sudah terbiasa hidup serba mudah mungkin tidak terlalu sulit untuk bermimpi. Bagaimana dengan anak yang lahir dari keluarga yang biasa saja?. Masihkah punya kesempatan untuk bermimpi?



Well, saya adalah salah satu anak yang bukan dilahirkan dari keluarga kaya raya yang memiliki banyak harta. Yeah, hal ini dalam artian bukan segala hal yang diinginkan bisa terwujud seketika seperti yang sudah memiliki segalanya. Ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sekali pun tetap harus berjuang,bukan sekedar bicara mau kuliah lantas bisa masuk kemana pun sesuai kemauan.

Menemukan anak-anak bangsa yang takut bermimpi tentunya membuat saya bersediih apalagi ada yang curhat tidak berani memiliki impian karena aslinya bukan keturunan orang kaya. Punya impian takut gak kesampaian malah jatuh kesakitan, begitulah pandangan yang sering terdengar oleh saya. Siapapun kamu atau darimana pun asal keluargamu selama impian itu kuat dan disertai usaha yang gigih dan doa yang tak henti maka bukan sekedar imajinasi yang ingin diraih.

Pernahkah kamu membayangkan impian kamu tercapai?. Hmm,tentunya tidak bisa dibayangkan akan tercapai jika mimpinya pun tidak ada. Mulailah bermimpi hari ini karena impian itu hak siapa saja untuk meraihnya. Saya menyukai bacaan dari para orang-orang besar yang berhasil meraih impian meskipun awalnya bukan siapa-siapa bahkan tidak keturunan orang kaya.

Saya pernah membaca sebuah artikel tentang motivasi, Jimmy Dean dengan kata-kata motivasinya yaitu "Kemiskinan adalah faktor memotivasi terbesar dalam hidup saya" membuat semangat membara bahwa untuk meraih impian bukan harus dari keturunan kaya raya. Justru kelemahan yang dimiliki harus diperkuat menjadi sebuah kekuatan dan dorongan agar tergerak hati untuk bertindak meraih impian.

Kenapa Berani Bermimpi?


Saat saya mengisi sebuah forum seminar pasti menemukan anak-anak muda yang masih takut untuk bermimpi. Biasanya jika memiliki niat yang kuat untuk meraihnya maka bukan hal sulit untuk meraih impian. Takut bermimpi hanya akan melemahkan kinerja dan buat kita lebih banyak bermalas-malasan. Oleh karena itu, inilah saatnya harus berani bermimpi,kenapa?

Berikut adalah alasan saya kenapa berani bermimpi meskipun bukan dari keturunan orang kaya:

1. Saya adalah Saya


Sahabat Ririn Wandes mungkin mulai bingung dengan alasan pertama dalam artikel ini. Yeah,memang untuk memberanikan mimpi itu dimulai dengan berfikir bahwa karena saya adalah saya. Semua yang mau diraih bermula dari saya yang memiliki WHY kuat. Ketika saya tau apa yang diinginkan makan keberanian utnuk bermimpi itu akan muncul. Perkuat keyakinan dalam diri maka akan berani untuk mulai bermimpi.

2. Impian itu Milik Siapa Saja


Saya percaya bahwa impian itu milik siapa saja sehingga siapapun bisa meraihnya selama ada tindakan yang kuat. Berhubung sudah banyak membaca buku yang berisi orang-orang sukses yang berawal dari kehidupan susah dan bermacam masalah lainnya maka itu memotivasi untuk terus bangkit meraih impian.

3. Mimpi Itu Mahal dan Tidak Gratis


Sudah tau bahwa mimpi itu mahal dan tidak gratis kenapa masih berani bermimpi sih,kak. Hmm, justru mimpi itu mahal ketika tidak ada usaha untuk melakukannya maka tidak akan mendapatkan apapun. Ada usaha besar yang harus dibayar untuk meraih impian tersebut makanya berani bermimpi karena modalnya bukan sekedar harta tapi keberanian dan usaha tersebut.

Well,inilah alasan kenapa berani bermimpi versi Ririn Wandes meskipun bukan keturunan orang kaya tapi percaya apapun bisa diraih selama percaya kepada sang pencipta.

































You Might Also Like

1 Comments

  1. Semua hal berawal dari mimpi
    Maka jangan takut bermimpi
    Dan jangan takut jatuh.

    BalasHapus

Hello,friends
Mari tinggalkan kesan dan pesan untuk penulis

Subscribe