Profesi Guru & Blogger, Berkolaborasi Dalam Penerapan 4P Bersama MPR RI

Mei 04, 2018

Era globalisasi dan teknologi sekarang ini, segala aktivitas digital begitu mudah dilakukan dan sudah menjadi aktivitas kebutuhan sehari-hari. Hal ini menjadikan timbulnya beranekaragam permasalahan baik masalah sosial, ekonomi, pendidikan, politik hingga permasalahan ketuhanan.

Informasi yang begitu mudah dibagikan dan didapatkan tentu memiliki sisi negatif dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Data-data pribadi pun lebih mudah diperoleh karena memang sebenarnya sebagai warga net sudah tentu kita sendiri yang membagikan data tersebut saat menggunakan sosial media maupun saat menggunakan produk digital lainnya. Cobalah kita lihat, ketika menggunakan email, facebook, maupun sosial media lainnya, kita diminta untuk mengisi beberapa data informasi pribadi termasuk tanggal lahir dan alamat rumah bahkan hobi dan pekerjaan. Nah, itulah yang memudahkan orang lain untuk memperoleh informasi pribadi tentang diri orang lain dengan lebih mudah.

Profesi saya sebagai guru dan juga blogger tentu tidak jauh dengan keterikatan internet karena segala informasi materi bahan ajar bisa didapatkan di internet begitu juga selaku seorang blogger sudah tentu internet sudah menjadi makanan sehari-hari. Segala tindakan para pengguna sosial media maupun informasi yang dibagikan pun sudah saya baca setiap harinya. Terkadang memang informasi-informasi yang beredar di dunia maya membuat kesal dan resah apalagi jika berita yang bermunculan adalah saling caci memaki satu sama lainnya bahkan yang sesama bangsa, setanah air, seagama pun bisa saling melukai dengan perkataan-perkataan menyakitkan di sosial media.



Selain itu, dengan banyaknya kemunculan tulisan-tulisan kebencian terhadap pemimpin negeri ini juga menunjukkan bahwa kita sebagai bangsa Indonesia ini mudah sekali terpecah belah hanya karena adanya hasutan-hasutan dari informasi yang belum diketahui kebenaran dari data yang tersedia. Bahkan anak murid saya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) pun bisa mengetahui tentang aneka kebencian-kebencian terhadap pemimpin di negara Indonesia ini. Nah, disitulah tugas saya sebagai guru yang memberikan pemahaman-pemahaman agar para siswa tidak ikut terprovokasi atas informasi yang mereka peroleh dari sosial media.



Berbicara mengenai pilar-pilar kebangsaan mungkin sudah dipelajari sejak jaman sekolah bahkan saat saya duduk sebagai mahasiswa juga masih ada mata kuliah khusus tentang kewarganegaraan selama dua semester namun penerapan dalam kehidupan sehari-hari jarang sekali benar-benar terlihat wujudnya. Beberapa hal mungkin sangat sulit untuk dipahami penerapannya, hanya saja jika sebagai bangsa yang mencintai tanah air maka sudah pasti berusaha untuk memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa minggu yang lalu tepatnya pada hari jumat, 20 Mei 2018, blogger Medan ngobrolin pilar-pilar kebangsaan bersama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia di Grand Swiss Bell Hotel, Medan. Acara sangat menarik dimana menghadirkan langsung dua tokoh perwakilan dari MPR RI yaitu Ibu Siti Fauziah selaku Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal MPRI RI dan mas Andrianto Majid selaku Kepala Bagian Pusat Data & Infromasi MPR RI serta beberapa warga net kota Medan yang aktif menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari untuk membahas pilar-pilar kebangsaan tersebut.



Memahami Pilar-Pilar Kebangsaan

1. Definisi Pilar

Pilar adalah pondasi atau dasar yang membentuk suatu hal baik itu sifatnya berwujud atau tidak berwujud. Indonesia sendiri sebagai bangsa yang besar baik dari segi luas wilayah, jumlah penduduk serta keanekaragaman penduduknya tentulah membutuhkan pilar yang kokoh agar dapat berdiri dengan kuat dan tidak mudah pecah belah. Nah, pilar tersebut dinamakan Pilar Kebangsaan.

2. Penggagas Pilar Kebangsaan

Pilar kebangsaan ini sendiri dicetuskan oleh mantan ketua MPR RI pada saat itu yaitu Taufik Kiemas. Ia pun mendapatkan gelar kehormatan doctor honoris apertura (H.C) dari Universitas Trisakti atas jasanya sudah melahirkan gagasan sosialisasi empat pilar kebangsaan Indonesia.

3. Isi 4 Pilar Kebangsaan

Well, empat pilar tersebut mungkin hanya kita ketahui secara garis besar saja, oleh karena itu saya ingin mengajak semua pembaca blog agar mengetahui lebih terperinci mengenai empat pilar kebangsaan tersebut yaitu terdiri dari:

a. Pilar Pancasila

Pancasila sebagai landasan idiil Indonesia yaitu merupakan suatu landasan yang menjadi ideologi suatu bangsa. Pancasila sendiri telah diakui sebagai ideologi dan dasar negara yang terumuskan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Pancasila sebagai ideologi negara merupakan nilai yang terkandung atau terdapat di dalam Pancasila yang dijadikan cita-cita normatif untuk penyelenggaraan negara.

b. Pilar Undang-Undang Dasar 1945

Pilar yang kedua adalah Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang mana harus dipahami juga terlebih dahulu oleh warga masyarakat mengenai prinsip yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 tersebut.

c. Pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Pilar ini sebagai pilar kebangsaan yang ketiga yang mana sebagai prinisp dasar dan pokok dalam berkehidupan kewarganegaraan.

d. Pilar Bhinneka Tunggal Ika

Dengan keberagaman masyarakat Indonesia tentunya bhinneka tunggal ika ini cermin untuk mempersatukan keberagaman yang ada, dimana sesuai maknanya yaitu walaupun berbeda-beda tetap satu jua.

4. Manfaat Pengaplikasian 4 Pilar Kebangsaan

Pilar-pilar kebangsaan ini sangat bermanfaat di era digital saat ini karena dengan mudahnya arus informasi yang masuk dan penyebaran yang begitu cepat memungkinkan masyarakat juga lebih mudah mempercayai isu-isu terbaru yang belum tentu kebenarannya dan memudahkan perpecahan antar warga masyarakat terutama terkait isu politik, agama maupun hal lainnya.

Dengan memahami pilar-pilar kebangsaan tersebut, hendaknya masyarakat lebih mencintai NKRI dan terus menjaga persatuan dan kesatuan. Saya selaku guru bahasa asing yaitu bahasa Inggris sekalipun tetap mengatakan kepada para siswa agar menguasai bahasa asing namun tidak melupakan bahasa persatuan sendiri yaitu bahasa Indonesia karena ketika mampu menerapkan secara tepat setiap kemampuan yang dimiliki maka hasilnya pun akan menjadi lebih baik.



Anak-anak murid memang masih lebih mudah terpengaruh akan informasi dari sosial media karena terkadang mereka hanya melihat satu sisi yang pertama kali diketahui oleh mereka. Saat berbicara di dalam kelas maupun ketika menjadi pembina upacara sering saya mengaitkan antara kemajuan arus informasi dan teknologi dengan kecintaan terhadap tanah air dimana dengan memberikan contoh dari sibuknya aktivitas saya sebagai blogger dan vlogger namun tetap memiliki passion besar untuk memajukan pendidikan di tanah air, salah satunya dengan berprofesi sebagai guru dan membuat aktvitas-aktivitas sosial yang berhubungan dengan pendidikan di beberapa daerah di Sumatera Utara.

Motivasi yang kuat dari warga masyarakat maka satu sama lain tidak mudah terpecah belah. Jika antara warga satu dengan lainnya mudah terprovokasi atas sebuah isu dan sulit saling memaafkan maka berita hoax mudah meracuni pemikiran-pemikiran kita bahkan yang sarjana maupun memiliki pendidikan tinggi pun masih banyak yang sering terprovokasi apalagi anak-anak sekolah. Oleh sebab itu, disitulah peran saya sebagai guru dan blogger menjadi aktif untuk mengurangi tingkat kebencian dan pemahaman atas berita-berita hoax yang tersebar di sosial media.

Finally, aktivitas makan malam dan mengobrol bersama MPR RI membahas penerapan empat pilar kebangsaan ini sungguh menarik dan bermanfaat sehingga selaku anak muda yang terus memperjuangkan kemerdekaan ini merasa lebih tergugah untuk menciptakan aktivitas-aktivitas yang positif. Mari kita bersatu menciptakan konten-konten bermanfaat dalam blog maupun website masing-masing serta bagikan informasi-informasi bermanfaat di sosial media agar keutuhan NKRI tetap terjaga dan kita saling menyayangi satu sama lain sebagai bangsa yang besar dan hebat.




















You Might Also Like

2 komentar

  1. Hai mbak ririn.aku mendarat di sini dr grup BP. Maaf oot nih, utk komunitas blogger medan, ada grup di FBkah? Dulu saya pwrnah join satu grup dg blogger medan tp sepi2 saja.

    BalasHapus
  2. ditunggu sharing2 yang lain mbak ririn...

    BalasHapus

Terima Kasih Sudah Meninggalkan Jejak

Subscribe